Selain Mempertanyakan Pengelolaan Pantai Kurinai, Wisatawan Juga Mengeluhkan Hal Ini

Gebraknews.co.id, Gorontalo – Pantai Kurenai menjadi salah satu tujuan utama wisatawan untuk libur di akhir pekan. Pantai yang terletak di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone itu, sangat diminati karena pasir putihnya.

Setiap akhir pekan pantai Kurenai ini hampir
tidak pernah surut di kunjungi wisatawan. Selain karena pasir putihnya nan indah. Pantai Kurenai juga dapat dikatakan mudah untuk dijangkau, karena dekat dengan pusat Kota Gorontalo.

Muat Lebih

“Saya dan keluarga sering datang ke sini, bahkan dua minggu sekali pada hari ahad kami selalu mengunjungi pantai Kurenai. Pengunjungnya makin lama makin banyak. Di pantai ini udaranya saya suka karena sangat sejuk,” tutur Yayan Sune (31) kepada wartwan Gebraknews.co.id, Minggu (14/7).

Dengan melihat wisatawan yang terus meningkat. Yayan berharap pantai Kurinai kedepannya bisa mengangkat pariwisata yang ada di Kabupaten Bone Bolango.

“Saya lihat para pengunjung kebanyakan muda mudi. Para kaum milenial yang setiap minggunya datang, bahkan hampir setiap hari saya liat memadati pantai ini. Semoga kedepannya pantai ini jadi salah satu icon pariwisata di Bonebolango,” ujar ibu satu anak itu.

Lanjut Yayan, sebelum memasuki lokasi pantai Kurenai para wisatawan sudah bisa melihat keindahan pantai dari kejauhan. Para wisatawan juga untuk masuk harus membayar biaya masuk yang beragam.

“Untuk masuk harus bayar. Tapi tidak tau apakah pembayaran itu masuk retribusi Pembda Bone Bolango atau hanya diambil oleh mereka pengelola pantai ini,” beber Yayan.

Selain mempertanyakan pengelolaan pantai Kurenai, Ia pun menyayangkan banyaknya sampah yang merusak keindahan pantai Kurenai. Tak hanya itu, Yayan juga mengeluhkan kurangnya fasilitas di pantai tersebut.

“Harusnya pemerintah memberi perhatian untuk pantai ini, agar jelas pengelolaanya. Kalau begini terus kapan bisa maju. Itu banyak sampah berserakan, belum lagi tidak adanya fasilitas yang memadai seperti cotage, fasilitas benen, dan yang paling itu toilet umum. Padahal yang masuk setiap harinya harus bayar,” pungaksnya. BK/JP

Pos terkait