Gebraknews.co.id, Karimun – Masyarakat Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, kesal akibat seringnya mati lampu dalam beberapa waktu terakhir. Pemadaman ini menyebabkan kerusakan peralatan elektronik dan mengganggu perekonomian masyarakat.
Raja Muhd Nafi, Ketua Ormas Pemuda Pancasila PAC Kecamatan Moro, mengatakan bahwa pihaknya telah menemui Koordinator PLN Moro, Lubis, pada tanggal 31 Januari 2024 untuk menanyakan terkait pemadaman lampu. Lubis menjelaskan bahwa ada 2 mesin yang rusak, sehingga terjadi pemadaman bergilir.
Raja Muhd Nafi mengatakan, ketika itu Lubis menjelaskan bahwa mesin yang diberikan kepada PLN adalah mesin bekas pakai, sehingga sering mengalami kerusakan. Nafi mempertanyakan mengapa mesin bekas diberikan kepada PLN Moro, padahal kecamatan tersebut merupakan salah satu kecamatan tertua di Kabupaten Karimun.
Nafi juga menyalahkan Pemkab Karimun yang kurang perhatian kepada masyarakat Kecamatan Moro. “Sudah tahu mesin itu seken, kenapa diberikan? Kecamatan Moro seperti dianaktirikan di Pemkab Karimun,” ungkapnya, Kamis (8/2/2024).
Dirinya juga menyinggung anggota DPRD Kabupaten Karimun yang tidak responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Ketika masyarakat membutuhkan, mereka diam seribu bahasa. Harusnya mereka mengayomi masyarakat dan mencarikan solusi permasalahan ini,” ujar Nafi
Senada dengan Nafi, Rahman, tokoh masyarakat Moro, mengatakan bahwa Bupati Karimun seharusnya jeli dengan kondisi yang dialami masyarakat Kecamatan Moro.
Rahman turut menyayangkan sikap anggota DPRD Kecamatan Moro yang tidak menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat. “Kita tahu ini masa pemilu, tapi tolonglah anggota dewan tunjukkan kepedulian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Keluhan masyarakat Moro terkait pemadaman lampu terus bermunculan di media sosial. Masyarakat berharap agar permasalahan ini segera diatasi oleh pihak terkait.








