SKK Migas Sumbagut, Menduniakan Wisata Natuna .

Natuna – Gebraknews.com. Satuan Kontrak Kerja Minyak dan Gas (SKK MIGAS) Sumbagut mendukung penuh  Pemerintahan Kabupaten Natuna  mewujutkan keinginannya” Menduniakan wisata Natuna ” sebagai Kawasan yang memiliki  sejumlah kelebihan terhadap  potensi alam yang tersebar di wilayah kepulauan ini . Pembagunan sarana olahraga dan bermaian anak- anak oleh SKK MIGAS Sumbagut dan sejumlah kawasan wisata Geopark . Berupa  ikut aktif  dalam rangka mendukung kawasan Geoprak Nasional Natuna dikembangkan statusnya hingga Unesco Global Geopark ( UGG).

SKK Migas Sumbagut mewujudkan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) berupa Taman Bermain Anak dan Fasilitas Olah Raga, yang dibangun melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) Medco E&P Natuna dan Premier Oil Natuna. Yang peresmianya pada ( 28 /3/2019) lalu.

Bacaan Lainnya

Taman bermain dan olah raga Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang digagas oleh SKK Migas bersama KKKS Medco E&P Natuna dan Premier Oil. Oleh Wakil Bupati Gnesti Yuni Suprati, dan Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Bapak M. Atok Urrahman pada 2019 lalu.

Kepala Departemen Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumatera Bagian Utara, Haryanto Safri, pada saat cara Webinar yang ditaja SKK Migas, Kamis, (06/07) laku mengatakan. Dukungan SKK Migas Sumbagut terhadap Geopark Natuna khusususnya Medco E&P Natuna Ltd dan Premier Oil Sea B.V secara bertahap dan berkelanjutan, ada pembangunan Landmark, Pengembangan Fasilitas Umum, Rambu-Rambu di kawasan Geopark, juga Papan Plang dan Brosur tentang kawawasan Geoprak Natuna, brosur ini bagikan dan dipajang di semua ruang tamu kantor SKK Migas dan kantor KKKS,

Ada juga pembangunan Taman Bermain Pantai Kencana , Penerangan Jalan PJUTS & Joging Track, Taman Baca di Kecamatan Bunguran Batubi, pembangunan pelabuhan pelantar dikecamatan Pulau Laut dan gazebo di Taman Bukit Gundul yang terletak kecamatan Bunguran Tengah, juga ada bea siswa pelajar berprestasi Natuna, kegiatan rutin Safari Ramadhan dengan membagikan Sembako, bantuan benih ikan patin utuk nelayan budidaya.

” Selain dukungan terhadap geopark Natuna SKK Mikas Sumbagut juga terus berupaya melaksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM ) di Kabupaten Natuna melalui Medco E&P Natuna Ltd dan Premier Oil Sea B.V.” sebut Haryanto Safri.

Haryanto Safri, juga mengatakan,  sangat pantas dan wajar pemerintah RI menetapkan status Kawasan Natuna menjadi “Geopark Nasional” yang ditandai dengan penyerahan sertifikat dari Komite Nasional Geopark Indonesia pada 30 November 2019 lalu”. Terang  Haryanto Syafri, selaku Kepala Departemen Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumatera Bagian Utara,

Kegiatan usaha hulu Migas di wilayah Provinsi Kepulauan Riau khususnya di wilayah operasi Laut Natuna Utara ada sepuluh Kontraktor Kontrak Kerjasama ( KKKS ) yang beroperasi, yakni 7 (Tujuh)) KKKS ekploitasi dan 3 (tiga) KKKS ekplorasi.

Sedangkan  tujuh perusahaan KKKS ekploitasi adalah Medco Natuna PTE. LTD. South Natuna di wilayah Sea “B” Kepri ; Premier Oil Natuna Sea B.V. Natuna diwilayah Sea “A” Kepri ; Star Energy (Kakap) Ltd. di wilayah Kakap Kepri ; PT. Mandiri Panca Usaha diwilayah Sembilang Kepri ; TAC Pertamina – PT. PAN (Pertalahan Arnebatara Natuna) diwilayah Udang Kepri ; Santos Northwest Natuna B.V diwilayah Northwest Natuna Kepri; Conrad Petroleum diwilayah West Natuna; Exploration Ltd. Diwilayah Duyung Kepri. Ketiga perusahaan KKKS eksplorasi adalah PT. Medco Energi Natuna diwilayah Timur North Sokang Kepri; Premier Oil Tuna B.V diwilayah Tuna Kepri; dan Kufpec Indonesia (Anambas) B.V. diwilayah Anambas Kepri.

Sementara itu sejumlah pengamat parisata yang cukup sering datang ke Natuna , sangat kagaum dan tertarik atas keindahan alam yang dimiliki Natuna. Selain kaya sumberdaya alam Migas, letak geografis Natuna sangat strategis, Natuna juga menyimpan potensi heritage geologi (edukasi kebumian).

” Kita bisa belajar tentang banyak hal terkait sejarah terbentuknya bumi jutaan tahun silam di Natuna”. Ungkap Akib

Kawasan Geopark Batu Kasah

Abdul Kadir Ibrah (Akib). Juga optimis dan yakin bahwasanya Natuna yang  telah ditetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional, tidak begitu lama dan panjang prosesnya akan   menjadi Unesco Global Geopark (UGG) .

” Filosofi budaya Natuna harus diperkuat. Dan jangan lupa semua bagian geoprak Natuna harus segera dilindungi secara hukum, didaftarkan dalam cagar alam geologi dan cagar budaya”.Jelas Akib.

“Sertifikat pengakuan status Geopark Nasional Natuna diberikan bersama tujuh lokasi baru lainnya oleh Komite Nasional Geopark Indonesia di Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tanggal 30 November 2019 oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya,” jelas Hardinansyah selaku Kepala Dinas Pariwisata Natuna.

Hardinansyah selaku Kepala Dinas Pariwisata Natuna.pada suatu kesempatan kepada sejumlah wartawan mengatakan, sangat mengapresiasi peran serta SKK MIGAS Sumbagut yang telah banyak ikut berperan aktif dan membagun dan mengembangkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Natuna . Dukungan pembagunan sarana dan prasarana yang dilakukan selama ini, sangat dirasakan dampak dan mampaatnya bagi masyarakat wisata dan daerah.

” Dengan diberikannya Sertifikat pengakuan status Geopark Nasional Natuna oleh  Menteri Pariwisata Arief Yahya, bersama tujuh lokasi baru lainnya oleh Komite Nasional Geopark Indonesia di Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tanggal 30 November 2019 lalu. Status Geopark Natuna sebagai Geopark Nasional tentu memberikan angin segar bagi masyarakat Natuna. Komitmen pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk melanjutkan program ini perlu dukungan lintas sektoral”, jelas Hardiansyah.

Pada kesempatan itu Hardinansyah, juga menjelaskan. Jika kita melakukan pengelolaan  degan baik diyakini kawasan Geopark dapat menjadi salah satu destinasi objek wisata yang berpotensi menyumbang pendapatan asli daerah. Pada konsep Geopark ada penekanan sebuah kawasan Geopark tidak boleh berubah bentuk alaminya dan melibatkan peran aktif masyarakat setempat untuk menjaga dan mengelola sehingga bisa dimanfaatkan menjadi tempat penelitian, konservasi flora dan fauna dan lain-lain yang sifatnya tidak merubah kondisi alaminya.

Mimiliki  bentang alam Natuna yang cukup indah , usia geologi tertuanya diperkirakan mencapai 188 juta tahun, kekayaan flora fauna langka endemic Natuna baik di darat maupun di laut serta berbagai kebudayaan lokal terus menjadi acuan bagi pemerintah Natuna menentukan arah pembangunan yang disesuaikan dengan konsep Geopark. Alam Natuna dari sisi utara hingga ke sisi selatan, hampir separuh sisi timur pulau Bunguran Besar, potensi alamnya memiliki keunikan dan kekayaan geologi sangat besar.

” Sejumlah situs geosite berupa batuan granit berukuran raksasa dan berusia ratusan juta tahun merupakan daya tarik utama dari situs Geopark Natuna”. Ujarnya.( pil).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait