Gebraknews.co.id.BATAM – Pelaksanaan kegiatan pelatihan Literasi dan pelatihan jurnalistik yang dilakukan oleh tim bidang pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kota Batam perdana dilakukan dihari Jum’at bagi sekolah SMPN 10 Batam.
Hal ini diakomodir oleh tim demi memperkuat kemampuan minat baca dikalangan para pelajar yang sangat menurun pengetahuan Literasi nya pada kurikulum 2025 lalu.
Peserta pada kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 40 murid perwakilan dari kelas 7, 8 dan kelas 9 bertempat di ruang Lab Komputer perumahan Sei panas kecamatan Batam kota, Kepulauan Riau, Jum’at (29/01/2026).
Mengawali kegiatan, Kepala sekolah SMPN 10 Trisilo S.Pd. MM yang didampingi Azani S.Pd sebagai wakil kepala sekolah bagian kurikulum.
Mengajak para peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan penuh semangat.
Baginya, kehadiran PWI Batam bukan hanya sekedar pelatihan singkat, melainkan energi baru bagi program literasi yang telah berjalan sejak kurikulum baru, dilaksanakan baik dilapangan maupun ruangan sekolah yang diikuti secara antusias murid dengan memberikan reward bagi siswa yang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan, disetiap mingguan dihari Jum’at, ujar Trisilo.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) kota Batam Hendri Arulan yang diwakili Kabid Joni S.Pd membuka secara resmi kegiatan pelatihan Literasi dan pelatihan jurnalistik bagi sekolah SMPN 10 kota Batam.
Dalam keterangannya Joni S.Pd yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam (Kadisdik) Hendri Arulan, menyampaikan apresiasi atas kegiatan pelatihan Literasi dan jurnalistik yang telah dilakukan oleh tim dari PWI.
“Ini sebuah langkah baik dan menjadi inovasi baru bagi sekolah. Ini sungguh luar biasa dan diharapkan kesungguhan dari peserta untuk mengikuti kegiatan pelatihan nantinya”, ungkap Joni.
Saat ini sistem di sekolah tidak lagi mengakomodir kelulusan semua murid,
siapa yang tidak rajin akan tinggal kelas.
Selama 10 tahun sekolah dinina bobokkan dengan pemahaman semuanya akan naik kelas walaupun tidak rajin.
Jadi diharapkan bagi para peserta untuk betul-betul memperhatikan materi yang disampaikan dan ikuti dengan serius demi masa depan kalian, tegasnya.
Selanjutnya pemateri Harment mengulas materi tentang Brain Rot (Pembusukan otak) dengan menguji pemikiran murid, dan mengajak murid untuk berpikir dan menganalisa sebuah pertanyaan sebelum memberikan jawaban.
Beliau juga menekankan kepada para murid untuk Lebih kritis dengan menghilangkan brain rot di pemikiran kita dengan banyak melakukan literasi.
Jika otak bagus namun jarang diasah akan tumpul, Buat otak encer dengan membaca.
Belajar mandiri tidak terkena hoaks, lebih kritis dan kreatif.
Literasi digital bisa menghasilkan cuan.
Terakhir Pemateri Harment, memberikan motivasi bagi siswa-siswi agar menghargai jerih payah orang tua.
“Saat ini beban kehidupan setiap ortu terasa berat, dikarenakan tuntutan biaya hidup, sekolah dan akomodasi untuk transportasi namun Perjuangan orang tua akan terbayarkan jika anak berprestasi”.
Sebagai wujud syukur atas prestasi yang diberikan anak, maka orang tua pun bertambah semangat dalam bekerja dan mencari nafkah bagi keluarganya, tutur Harment.








