Gebraknews.co.id, Natuna – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna sukses menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Sri Serindit, Ranai, Sabtu (29/11/2025). Prosesi berlangsung khidmat dengan diikuti 122 wisudawan dan wisudawati dari lima program studi.
Adapun rincian lulusan terdiri dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) 30 orang, Ekonomi Syariah 61 orang, Hukum Pidana Islam (HPI) 17 orang, Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) 6 orang, serta Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) 8 orang.
Acara wisuda turut dihadiri sivitas akademika STAI Natuna, unsur Forkopimda, para orang tua dan wali, serta tamu kehormatan dari Malaysia, yakni Rektor Kolej Universiti Islam Johor Sultan Ibrahim beserta rombongan, yang sekaligus mempererat hubungan ukhuwah Melayu Nusantara.
Prosesi dibuka dengan Lagu Indonesia Raya, MARS STAI Natuna, lantunan Sholawat Busyro, Mengheningkan Cipta, dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
Ketua STAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I, dalam laporannya menyampaikan rasa bangga atas capaian para lulusan. Ia menegaskan pentingnya peran sarjana STAI Natuna sebagai agen perubahan.
“Sebagai lulusan STAI Natuna, Anda memiliki tanggung jawab moral untuk mengamalkan ilmu, berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa, serta menjadi pribadi berintegritas, berwawasan luas, dan berjiwa enterpreneur,” tegasnya.
Ia juga berpesan agar lulusan sebagai Generasi Melayu Baru tetap menjaga jati diri dengan berbahasa dan berbudaya Melayu, serta memperkukuh ukhuwah Melayu Nusantara.
Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko Varianto, S.E., yang turut hadir, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi. “Hari ini adalah awal dari babak baru. Natuna sebagai wilayah perbatasan membutuhkan SDM yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap daerah dan bangsa,” ujarnya.
Wisuda turut menampilkan orasi ilmiah dari Rektor Kolej Universiti Islam Johor Sultan Ibrahim, Prof. Madya Dr. Hussin bin Salamon, bertema “Ekonomi Islam Pembina Tamadun”. Ia menekankan bahwa ekonomi Islam bukan sekadar sistem keuangan, tetapi fondasi peradaban berkeadilan dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk apresiasi, Senat STAI Natuna memberikan penghargaan kepada para lulusan berprestasi. Eni Rahayu, S.Pd, dinobatkan sebagai lulusan berprestasi institusi dengan masa studi 3 tahun 11 bulan dan IPK 3,83. Penghargaan lainnya juga diberikan kepada lulusan terbaik masing-masing prodi serta mereka yang meraih prestasi non-akademik, inovasi, dan pengabdian masyarakat.
Prosesi wisuda ditutup dengan pemindahan tali toga dan pembacaan ikrar sarjana sebagai simbol kesiapan para lulusan mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa, dan agama.
Melalui wisuda ini, STAI Natuna kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengkaderan intelektual Muslim Melayu yang berdaya saing dan berakhlak mulia di wilayah perbatasan Indonesia.
(LD)








