Tak Sampai 24 Jam Pembunuh Ketua MUI Labura Tertangkap, Polisi Mendapat Apresiasi dari Berbagai Pihak

Bupati Labuhanbatu Utara, Hendriyanto Sitorus SE MM

Gebraknews.co.id, Labuhanbatu – Kurang dari 24 jam pembunuh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, Ustadz Drs Aminurrasyid Aruan, polisi mendapat apresiasi dari berbagai pihak didaerah ini.

Bupati Labuhanbatu Utara, Hendriyanto Sitorus, SE.,MM

Apresiasi ini disampaikan Bupati Labuhanbatu Utara, Hendriyanto Sitorus SE .,MM, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr H Asbin Pasaribu MA, Ketua Pimpinan Daerah Al Jamiyatul Alwahliyah, Samsul Tanjung ST MA, Sekretaris Pimpinan Cabang NU Khairuddin Gultom dan beberapa organisasi kemasyarakatan Islam lainnta, seusai Kapolda Sumatera Utara, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak menyampaikan keterangannya kepada awak media, Rabu (28/7/2021) siang.

Bupati Labuhanbatu Utara, Hendriyanto Sitorus SE MM, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Polda Sumatera Utara dan Polres Labuhanbatu serta Polsek Kualuh Hulu, yang telah berhasil mengungkap kasus pembunuhan Ketua MUI daerah ini.

“Kami Pemkab Labuhanbatu Utara, mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Sumatera Utara, yang telah berhasil mengungkap kasus tidak lebih dari 24 jam”, ucap bupati.

Katanya, saya menghimbau kapada seluruh masyarakat Labuhanbatu Utara, agar sama-sama menjaga situasi kamtibmas di daerah ini dan mari kita percayakan penangan ini kapada pihak kepolisian.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Labuhanbatu Utara, Dr. H. Asbin Pasaribu, MA

Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Labuhanbatu Utara, Dr. H. Asbin Pasaribu, MA. Dihadapan Kapolda dia berharap, kiranya pelaku pembunuh Ustadz Drs Aminurrasyid Aruan, dapat diberikan hukuman yang cukupbberat. “Kalau bisa hukuman mati”, tandasnya.

Demikian juga dengan Ketua Pimpinan Daerah Al Jamiyatul Alwahliyah, Samsul Tanjung ST MA. Samsul dalam kesempatan ini, selain mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian. Samsul yang juga Wakil Bupati Labuhanbatu itu menyebutkan, peristiwa ini murni perbuatan tindak pidana satu orang. “Mari kita tunggu hasilnya sesuai Standar Operasional yang berlaku”, tandasnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang NU Labuhanbatu Utara,  Khairuddin Gultom menyampaikan, perbuatan tersangka terhadap korban merupakan kasus murni kriminal.

“Kami menyakini kasus ini murni tindak pidana dan tidak ada unsur lain. Jangan terpengaruh isu yang tidak baik. Mari kita jaga kondusifitas di wilayah Labuhanbatu Utara,” pungkasnya.
(Yasmir)

Pos terkait