Terumbu Karang Rusak dan Ikan Makin Sulit, Nelayan Kecil di Moro Protes Maraknya Penggunaan Jaring Perum

Penggunaan alat tangkap jaring Perum di Moro. (Foto: Rudi).

Gebraknews.co.id, Karimun – Beberapa nelayan kecil di Kampung Benteng dan Batu Lipai, Kelurahan Moro, Kecamatan Moro, mengeluhkan beroperasinya alat tangkap jaring perum di pulau moro oleh sejumlah oknum yang dianggap sudah menganggu aktivitas nelayan kecil di area penangkapan ikan di laut Moro.

Salah satu nelayan kecil berinisial As dan Al mengatakan, karena adanya nelayan tangkap jaring perum, para nelayan kecil merasa terganggu dikarenakan mereka tidak bisa melaut.

Bacaan Lainnya

Menurut As, masuknya jaring perum membuat dirinya dan banyak nelayan kecil merugi karena aktivitas jaring perum saat menangkap ikan besar-besaran.

“Kami nelayan kecil disekitarnya merasa terganggu oleh sekelompok nelayan jaring perum, jangankan ikan-ikan besar, terumbu karang pun pasti terangkat,” ujarnya, Kamis (01/2/ 2024).

Al menambahkan, nelayan warga Moro khususnya Kampung Benteng dan Batu Lipai selama ini banyak menggantungkan hidupnya dengan merawai (long line) namun sekarang tidak bisa dilakukan setelah adanya aktivitas jaring perum.

“Kami nelayan pesisir itu berharap banyak dari laut, memang rezeki kami dilaut. Dengan ada aktifitas jaring perum ini, membuat hidup kami sengsara,” ulasnya.

Sementara itu mendengar keluhan dari masyarakat nelayan, salah satu tokoh masyarakat Moro angkat bicara. Rahman tokoh masyarakat Benteng mengatakan, jika permasalahan jaring perum ini tidak bisa didudukan secara baik baik, ia mengatakan akan turun tangan.

“Sudah lama masyarakat mengeluh dan menyampaikan kepada saya, namun saya melihat kondisi yang sebenarnya, ternyata saat jaring perum operasi di laut Moro dipenuhi kapal jaring perum yang sedang beraktivitas dilaut itu alasan membuat saya geram. Kita tidak mau ade permasalahan-permasalahan yang tidak kita inginkan, karena ini terkait dengan carik makan,” katanya.

Pihak media berupaya mengkofirmasi terkait permasalahan ini, namun belum ada jawaban dari kepala desa dan tokoh masyarakat Desa Pulau Moro hingga berita ini dinaikkan.

Penulis: Rudi
Editor: Ifan

Pos terkait