Tim Sukses

Hari belumlah terang benar, matahari nampaknya enggan untuk bangun dari peraduannya.

Meski begitu, orang-orang sudah berlalu lalang untuk beraktivitas pagi itu.
Di sebuah kedai kopi di sudut Kota Sempadan, dua orang pria tengah bercengkrama. Santai namun terlihat serius.

Mereka Jepri dan Joni, dua orang sahabat yang kerap disebut orang sudah seperti aur dengan tebing itu. Di beberapa kesempatan mereka acap terlihat  berdiskusi terkait berbagai hal.
Jepri adalah seorang Aktivis LSM di Kota Sempadan.

Pagi mulai merekah. Jep menyeruput kopinya dalam-dalam, dengan seksama ia mendengarkan celoteh Joni kawan karibnya yang seorang wartawan itu.
“Beberapa kali aku menghajar si Dullah itu melalui Pemberitaan, aku yakin betul citranya makin terpuruk kali ini.”

“Apa yang membuatmu yakin?” tanya Jep.

“Jelas, semua bobroknya  ku bongkar, masyarakat banyak pasti mempertimbangkan. Pak Cahyadi namanya semakin harum di tengah masyarakat, kita main cantik,” katanya.

“Memangnya kalau menang kamu dapat apa?”

“Pasti ada, lihat saja nanti,” kata Joni Optimis.

Hingga menjelang siang obrolan panjang mereka tak jauh dari Pilwako yang tengah hangat-hangatnya diperbincangkan. Sama halnya dengan yang lain, dari kedai kopi ke kedai kopi dan dari setiap pertemuan ke pertemuan lainnya. Genap satu bulan lagi perhelatan demokrasi itu bakal digelar.

Kembali kepada Joni, ia adalah seorang wartawan sekaligus pemilik media Online ternama yang didapuk sebagai juru kampanye oleh kandidat Cahyadi dan Ridwan. Selain paham dengan lapangan, Joni adalah Wartawan yang handal. Segala persoalan bisa dikulitinya dengan mendalam. Joni adalah “Peluru”nya Cahyadi. Memang sedari dulu mereka ini terkenal dekat, Cahyadi tak sembarangan memilih orang. Namun, mengingat Profesi, Dalam kampanye joni banyak bermain di belakang layar.

Ada dua kandidat yang bertarung pada Pilwako kali ini, yaitu Pasangan Cahyadi- Ridwan (Cari) dan pasangan Dullah-Inggit (Duit).

Mereka sama-sama kuat, dengan latar belakang yang sama-sama hebat.

Dullah adalah mantan Wakil Walikota yang telah menjabat satu periode yang lalu, tentu selama menjabat sudah dikonsepnya sedemikian rupa terkait pencalonannya ini. Wakilnya adalah seorang ketua partai yang cukup dikenal baik oleh masyarakat Kota Sempadan.

Rivalnya tak kalah hebat. Cahyadi memiliki latar belakang yang tak bisa disepelekan, dia mantan Walikota  Sempadan pada periode sebelum Dullah menjabat.

Soal strategi, Cahyadi jagonya. Hanya saja entah karna pertimbangan apa, setelah satu periode kemarin dia tidak mencalonkan lagi. Kali ini Cahyadi kembali unjuk kebolahannya dalam berpolitik. Wakilnya juga bukan orang sembarangan, seorang pengusaha nomor satu di kota itu yang juga pengurus partai. Dia punya banyak massa.

Hari semakin berjalan, waktu pemilihan yang ditunggu pun sudah sangat dekat. Joni dan para tim sukses Cahyadi dengan gencar berkampanye menonjolkan visi-misi serta keunggulan jagoannya. Tak jarang Joni memuat berita yang menjatuhkan nama baik lawannya. Untuk beberapa saat hidup Joni enak, berbagai keperluannya dicukupi oleh Cahyadi. Joni amat yakin jagoannya ini bakal menang, mengingat beberapa indikator yang dia pertimbangkan sesuai dengan semestinya.

Kini di media sosial Joni terang-terangan mendukung Paslon ‘Cari’ dan mengungkit-ungkit serta mencari kesalahan paslon ‘Duit’, tak jarang orang menganggapnya penebar fitnah terhadap rivalnya. Upaya maksimal telah dia lakukan, banyak hujatan dan dukungan membanjiri akun media sosialnya itu.

Pasangan Dullah-Inggit bersama Tim sukses tak mau kalah. Notabenenya, Tim ini sangat kuat dan punya Simpatisan yang solid. Berbagai upaya juga mereka lakoni dengan maksimal.

Hari yang ditentukan tiba. Joni amat yakin jagoannya bakal menang. “Saat nya yang jujur dan adil memimpin kota ini,” demikian tulisan terakhir di media sosialnya sesaat sebelum perhelatan demokrasi itu dimulai.

Menit demi menit hasil perhitungan cepat bakal keluar malam itu juga.
Kedua belah pihak harap-harap cemas menantikan. Untuk sementara ini, hasil perhitungan cepat diketahui Pasangan Cari unggul, kata sejumlah lembaga survey.
Sontak ‘Cari’ dan seluruh Tim nya melonjak kegirangan mendengar kabar itu. Joni, terbayang olehnya Jabatan yang dijanjikan Cahyadi. Dia amat girang.

Tim ‘Duit’ masih optimis menanti hasil total dari keseluruhan Suara.

Esok nya diumumkanlah hasil total perhitungan suara. Diluar dugaan, KPU menetapkan Pasangan ‘Duit’ sebagai kandidat pemenang dalam pilwako kali ini. Suara mereka beda tipis sekitar 200 suara.

Beberapa hari kemudian di kedai Kopi, Jep menyaksikan Joni kawannya itu murung.

“Sudah kubilang, wartawan mesti netral, ambil pelajarannya. Besar kemungkinan orang tak lagi percaya dengan kredibilitas mu. Jadi tim sukses ya cuti dulu mestinya jadi juru warta,” ujarnya kepada kawannya itu.

Joni hanya diam sambil memagut-magut. Entah didengarnya ocehan sahabatnya itu entah tidak.
Joni tak habis pikir prediksinya bisa salah, usahanya rupanya berakhir kecewa.
Terbayang olehnya, alangkah segannya nanti untuk membangun kembali hubungan baik dengan ‘Duit’ yang sejak awal telah dihujat dan dicacinya habis-habisan lewat Medsos dan media miliknya. Ia juga amat malu kepada kawan seprofesinya.
“Kapok, tak bakalan lagi aku terlibat” katanya dalam hati.

Penulis: Ifan Tanjung.

Batam, 10 Januari 2017.

Ilustrasi: Istimewa

Pos terkait