Tokoh Masyarakat Sepakat Pantai Kencana Berubah Nama menjadi Pantai Piwang

Plt-Kadis-Perkim-Natuna-Hendra-Kusuma

Natuna (Gebraknews)-Awalnya nama tempat bermain di Pusat Kota Kabupaten Natuna ini bernama Pantai Kencana. Karena adanya permintaan dari beberapa tokoh masyarakat dan Ormas, melalui dialog dan hasil rapat koordinasi dengan Camat Bunguran Timur Wan Suhardi sebagai Moderator di Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai Ranai, Rabu, (04/12/2019)

Hadir pada giat tersebut yaitu asisten 1 Setda Kabupaten Natuna Selaku Plt. Kadis Perkim Hendra Kusuma, Kepala BP3D diwakili oleh Kabid Infra Struktur. Hendri Dunan, Kadis Pariwisata diwakili oleh Kabid Distinasi Wisata. Marhafis, Kadis PTSP Indra Joni, Kadis Komimfo R. Darmika, Kadis PUPR diwakili oleh Kabid SDA Herman, Kepala Bakesbangpol Drs. Muhtar Ahcmat, Kabag Hukum Astuti, Camat Bunguran Timur. H. Wan Suhardi, Lurah Batu Hitam. Zainuri, Lurah Ranai. Firman, Ketua LAM. W. Zauwali, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat dan serta Tokoh Pendidikan.

Bacaan Lainnya

Adapun Rangkaian Kegiatan yakni pembukaan oleh Asisten 1 Setda selaku Plt. Kadis Perkim Hendra Kusuma. Dirinya menyebutkan Kami pasang badan atas nama yang diberikan terhadap nama pantai asal daerah ini bisa terbangun.
Saat giat berlangsung beragam nama diusulkan, Camat Bunguran Timur selaku mederator. Nominasi nama yang di usulkan diantaranya, Engku Patimah atau Tengku Patimah, Demang Perkasa, Putri Sri Bulan, Putri Siti Mah Dewi dan Wan Teras.

Terkait beragam sudut pandang tanggapan yang disampaikan beberapa tokoh, diantaranya H. Daeng Rusnadi menyebutkan Dulu disitu adalah tempat hamparan hijau sebagai pemecah ombak. Untuk pembentukan sebuah nama harus mempunyai bebrapa unsur Elegan, Historis, Giografis dan Mudah diingat. Setiap kegiatan proyek pasti ada nama, “namun setau saya tidak pernah merubah nama yang sudah ada”.

Seterusnya Tanggapan H. Mursidi Pesan Rosulullah Carilah nama yang terbaik karena nama adalah Doa. Tanggapan H. S. Ridwan, Natuna mayoritas Islam pasti yakin akan Al Quran dan Hadist, dan menurut penilaian saya “beberapa tahun kedepan pantai itu akan menjadi tempat maksiat maka dari itu kita buat nama pantai itu berfilosofi agama ( Pantai Berkah ) karena nama itu adalah Do’a”.

Tanggapan Kadis Perkim, Nama Diva proyek itu Penataan ruang terbuka hijau pantai Kencana. usulan H. Daeng Rumadi “Saya masih konsekuen tetap bertahan dengan nama sesuai Diva Proyek Pembangunan”.

Usulan H.M.Djamil, sebuah nama itu harus sesuai dengan historis, filosofis dan gampang di sebut dan di ingat. Usulan R.Feni, Untuk nama pantai sebenarnya apapun namanya tidak masalah akan tetapi yang berkembang di masyarakat kenapa nama pantai itu berubah tanpa ada peroses pemberian nama. “Kalau memang boleh kita buat sayembara untuk nama pantai itu”.

Tanggapan dan usulan lainnya yaitu Raja Darmika, nama tetap pantai kencana dan taman Piwang dan tidak merubah nama pantai. Kadis Perkim, menurut saya kita mengerucut saja, kita sesuaikan dengan Diva Pembangunan. Wan Zauwali, Piwang itu rindu berkepanjangan. Tanggapan dan usulan H. Umar Natuna, untuk memberi nama perlu kita menggambarkan impian kita untuk apa pantai tersebut kedepan, “Kalau tidak kita kembalikan kenama giografis awal tanjung Kubu”.

Sementara tanggapan dan usulan Ketua MPC Pemuda Pancasila Natuna, Fadillah, kenyataannya disana tidak ada pantai karena sudah ditimbun oleh sebab itu kita tidak terfokus pada pantai lagi kita buat nama taman bermain (Laman). “Nama piwang memang terkesan sangat unik dan terasa kedaerahannya”.

Selanjutnya tanggapan dan usulan H.Darwis, kita cari jalan tengah nama pantai tetap akan tetapi nama tamannya Taman Piwang. Suratmojo usulannya dan tanggapannya yaitu pembangunan yang ada di pantai kencana yakni CSR BP Migas dan APBN akan tetapi dari CSR mengusulkan nama taman tersebut taman migas tapi kita tolak dan sekarang ada pantai piwang dari APBN ini akan menjadi pantai itu terkotak-kotak.

Di penghujung rangkaian giat pembahasan panjang dan beragam tanggapan dan usulan, moderator sesuai dengan hasil keputusan rapat menghasilkan nama tetap Pantai Piwang. Keputusan hasil rapat tersebut seiring semangat kebersamaan, ditutup dengan Doa bersama dipimpin oleh ustad H.Tarmizi Sabah. (Red)

 

Pos terkait