Topomini Boeton (Rempang) dalam Catatan Sejarah

 

Oleh: Deni Adi Wijaya, M.Pd
(Dosen UNRIKA dan Mahasiswa Program Doktoral Pendidikan Sejarah Univ Sebelas Maret)

Bacaan Lainnya

Diperkuat oleh temuan baru wilayah Batam masih dihuni orang lanun/laut. Menurut arsip karesidenan riouw dalam staatsblad tahun 1828 no. 89 dibagi menjadi 5 afdeeling (kabupaten) utama antara lain;

1) Afdeeling Tandjong-pinang
Wilayah strategis Belanda luasnya hampir separuh dari luas propinsi kepulauan Riau saat ini. Terdiri dari amirat/ district 3 kawasan yaitu Batam, Bintan dan Kepulauan Tambelan. 3 zona ini Belanda memfokuskan diri di wilayah hinterland Batam di pulau buluh dan sambu. Terdapat pula 8 kecamatan dan 1 gemente/ wilayah otonomi khusus di pulau buluh. Kecamatan tersebut diantaranya; subdistrichten Tandjong pinang beribukota di tandjong pinang, samboe beribukota di belakang padang, Poeloe Sarang (sekarang bernama pulau cukus sarang), Kasoe (pulau kasu), Poeloe Terong (sekarang masuk kecamatan belakang padang), Bojan (sekarang bernama pulau Bulang) beribukota di Koeala Bojan, boeloeh (wilayah otonomi khusus gemente afdeeling Tandjong pinang), pangkalan poenggo (sekarang bernama pelabuhan Punggur) ibukota di poenggo, boeton (sekarang bernama pulau Rempang).

2) Afdeeling Karimon
Wilayah basis perdagangan terdiri dari 4 kawasan Karimon, boeroe (p. Buru sekrang masuk kec. Karimun), Moro-soelit (pulau Moro dan Sugi), dan kateman (sekarang masuk wilayah Indragiri hilir propinsi riau). Terdapat 7 subdistrichten antara lain Soelit (Sugi), selat pasai, penjoe (Moro), paoe (pulau parit kawasan Karimun), Tandjong Batoe, Tandjong balai, Karimon anak (pulau Karimun kecil tempat bandar transito ke Melaka, Johor dan temasik), soengei goentoeng (Indragiri hilir).

3) Afdeeling Poeloe Toedjoeh
Wilayah basis kepulauan di laut China Selatan dg basis 3 kepulauan; Groot en noord natoena eilanden (Kepulauan Natuna Utara), zuid natoena eilanden (kepulauan Natuna bagian selatan) dan Anambas eilanden (wilayah kepala divisi bagian kependudukan membawahi kantor pos, kearsipan berkedudukan di tarempa). Wilayah ini terdapat 9 subdistrichten yaitu; maras, letong, kramoet (Anambas), tarempah, genting, soengai oeloe, Midai (Natuna), Poeloe pandjang, Serassan (Natuna).

4) Afdeeling lingga
Wilayah basis pertanian, Belanda menerapkan sistem controleur dengan bagi hasil dengan pemerintahan kesultanan lingga-riau. Terdiri dari dua zona lingga (pertanian) _ Singkep (basis pertambangan timah). Belanda membngun plabuhan di Dabo dan Daik untuk mengirim hasil bumi dan tambang ke negeri Belanda.

5) Afdeeling Indragiri
bisa dikaitkan dengan residen Riau bahwasanya karesidenan riau masa kolonial membentang wilayah propinsi kepulauan Riau saat ini ditambahi wilayah Indragiri hilir.

Missink Link Sumber Lokal Sembulang
Dari arsip kolonial Belanda di atas terdapat kesamaan dengan sumber lokal mengenai folklore. Cerita rakyat mengidentikkan Rempang sebagai pulau yang bernama Boeton sebagai nama lokal. Terdapat temuan studi sebagai tempat persembunyian tentara Dai Nippon (Jepang) dan markas Jepang di Asia Tenggara.

Menurut historiografi lokal bahwa terdapat penamaan daerah Sembulang dengan penamaan wilayah di Jepang yaitu Curaport di Sijantung (Galang), Pulau Mubut (sebagai daerah persembunyian Suku Rempang, Melayu dan Suku Laut). Pulau Mubut sebagai penamaan daerah tersembunyi dalam cerita lokal setempat. Oleh karena itu, peran akademisi perlu membuat formula tentang kurikulum berbasis glokalisasi dengan mengangkat keunggulan lokal daerah Kepri sebagai memori sejarah. Strategi pembelajaran memadukan pembelajaran riset yang memungkinkan keaktifan mahasiswa dalam penelitian agar bisa mengangkat keunikan daerah dan keunggulan daerah sesuai program nawacita pemerintah.

Pos terkait