Untuk Melindungi Cagar Budaya Natuna Pansus C DPRD Natuna Belajar Ke Lingga

Natuna (Gebraknews)-Panitia Khusus (Pansus) C DPRD Natuna yang saat ini sedang membahas Raperda Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya melakukan studi banding ke Kabupaten Lingga ,Provinsi Kepulauan.  Pansus yang diketuai Marzuki SH  dengan sekretaris: Lamhot Sijabat, anggota: Ibrahim, Eryandy dan Andes Putra berkunjung selama 2 hari mulai Kamis sampai Jum’at pada 22-23 Oktober 2020 , untuk studi banding  bagaimana cara pelestarian dan pengelolaan Cagar Budaya beserta dengan peraturan-peraturan pendukungnya guna penyusunan Raperda Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya di Kabupaten Natuna.

Bacaan Lainnya

Demikian disampaikan Marzuki SH  Ketua Pansus C DPRD Kabupaten Natuna saat kunjungann kerja ke Kabupaten Lingga, Jum’at (23/10/2020) kemarin.

Dikatakan Marzuki, kegiatan kunker ke Kabupaten Lingga  diterima oleh  Serektaris Dinas Parawisata dan Kebudayaan Kabupaten Lingga, Kamaru Zaman didampingi staf nya  dan Kabid Badan Perencanaan Pengembangan, Penelitian Daerah (BP3D ) dulu bappeda,  dibalai adat sekaligus sebagai gedung Lembaga Adat Melayu ( LAM ) Lingga

‘’Banyak pelajaran yangg bisa kita ambil dari kunjungan kerja ke daerah  itu, Kabupaten Lingga sudah masuk dalam program penataan dan pelestarian kota pusaka ( P3KP) dari kementrian PUPR dan pesyaratan untk masuk didalam program tersebut tidak lah sulit sangat disayangkan kalau kita Kabupaten Natuna belum masuk program tersebut padahal di Natuna begitu banyak situs-situs bersejarah dan juga cagar budaya baik berupa benda mau pun non benda yang menjadi kewajiban kita untuk melestarikannya, ‘’kata Marzuki.

Marzuki mengatakan, dengan mengikuti program P3KP tersebut tentunya kementrian akan mengucurkan anggaran ke Natuna sehingga situs-situs bersejarah baik berupa benda mau pun non benda bisa kita lestarikan lewat program ini tanpa menyedot APBD Natuna yang serba terbatas.

Serektaris Partai Gerindra Natuna ini menjelaskan,  Perda pelestarian budaya dan situs bersejarah ini merupakan perda inisiatif dari DPRD Natuna yang nantinya akan menjadi salah satu payung hukum bagi Pemerintah Daerah Natuna sehingga  kebudayaan dan pelestarian cagar budaya didaerah Natuna bisa menjadi potensi daerah  karena nantinya kota/ atau daerah pusaka tersebut akan menjadi objek dan pengembangan wisata baik wisata situs bersejarah atau wisata relegius didaerah kita.

Selama di Linggga Pansus C mengunjungi gedung LAM dan Musium yang berisikan barang seni kuno  sangat berkualitas.

‘’sebenarnya natuna juga punya kekayaan benda-benda kuno itu dan kita juga punya musium tinggal lagi bagaimana upaya kita barang-barang kuno/ antik yang memang sebagian sudah dimiliki masyarakat bisa diupayakan untuk menghiasi musium daerah,  juga perlu upaya dari Pemerintah dan  kesadaran masyarakat kita untuk membantun, ‘’harapan Marzuki (Red)

 

 

 

Pos terkait