Wakil Bupati Berharap Pilkada Natuna Berjalan Damai dan Aman

Natuna (Gebraknews)-Pada tahun 2020 ini, Kabupaten Natuna kembali akan melaksanakan Pilkada. Semua pihak pun berharap Pilkada 2020 dapat berjalan dengan damai dan tidak dipenuhi dengan ujaran kebencian, hoax dan isu SARA.

‘’Oleh karena itu sangatlah diperlukan stabilitas politik dan keamanan. Karena bagaimanapun juga demokrasi sudah kita sepakati, sehingga jangan dirusak dengan sikap politik kotor seperti black campaign,’’Kata Ngeeti Yuni Suprapti kepada media ini, Senin (31/8/2020)  .

Bacaan Lainnya

Wakil Bupati Natuna Hj Ngesti Yuni Suprapti menginginkan agar pelaksanaan Pilkada Natuna berjalan aman dan demokratis, dirinya juga menginginkan gelaran Pilkada berlangsung dengan sejuk. Tidak ada saling fitnah antar sesama.

Menurutnya, sebagai Wakil Bupati dirinya menyadari bahwa Pilkada merupakan keputusan tertinggi pada setiap Provinsi atau daerah yang menganut sistem demokrasi.

Selain itu dirinya menilai bahwa Pilkada juga merupakan instrumen demokrasi untuk menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan kehendak rakyat.

Ngesti juga berharap agar pemimpin yang terpilih nantinya juga harus menjalankan amanat rakyat di Kabupaten Natuna ini. Hal ini karena tujuan dari Pilkada agar dapat menghasilkan pemimpin yang amanah dan lebih mampu memberi kesejahteraan masyarakat di daerahnya.

Ketua KPU Natuna Junaidi

Pihaknya juga mengatakan, bahwa pelaksanaan pilkada seringkali diwarnai dengan tindakan politis. Baik itu dilakukan dari kandidat calon, maupun para pendukungnya. Bahkan saat pra pilkada, seringkali diwarnai dengan tindakan tidak populis yang rawan menimbulkan konflik. Sementara pasca pelaksanaan Pilkada juga seringkali terkadi ketidakpuasan dari hasil Pilkada tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya juga berharap agar KPU sebagai penyelenggara dan Bawaslu yang melakukan pengawasan, dapat mengantisipasi segala kemungkinan sehingga tidak menimbulkan gesekan-gesekan di masyarakat bawah.

Hal yang tidak kalah penting adalah literasi digital yang diperlukan guna membekali masyarakat apabila diterpa informasi yang tidak jelas keabsahannya, agar nantinya masyarakat lebih siap dalam menyukseskan pelaksanaan pilkada damai.

Selain itu sikap fanatisme juga semestinya diredam, karena dalam kontestasi politik, menang kalah merupakan hal yang biasa, jika kita mencium adanya aroma kecurangan, maka gunakanlah jalur konstitusional, tidak dengan main hakim sendiri.

Pilkada damai merupakan wujud kedewasaan bangsa dalam berpolitik, sehingga jika terjadi kerusuhan tentu saja patut dipertanyakan jiwa kebangsaannya. (red)

 

Pos terkait