Gebraknews.co.id, Bengkulu – Meningkatnya kasus HIV di Kota Bengkulu menjadi perhatian serius Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi. Ia menyampaikan keprihatinannya dan meminta seluruh ketua RT untuk lebih aktif mengawasi lingkungan masing-masing, termasuk menerapkan aturan tamu wajib lapor 1×24 jam.
Hal tersebut disampaikan Dedy saat menghadiri kegiatan tarawih keliling (tarling) malam ke-9 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al Muhajirin, Jalan Pariwisata, Kelurahan Lempuing, Kamis (26/2/2026).
Dalam sambutannya, Dedy menegaskan bahwa penyebaran HIV saat ini tidak lagi terbatas pada kawasan lokalisasi, namun dapat terjadi di lingkungan permukiman, termasuk rumah kos.
“Saya minta pak RT agar membuat aturan tamu wajib lapor 1×24 jam. Penyebaran HIV sekarang tidak lagi dari lokalisasi, bisa saja dari tetangga kita, mungkin dari tempat kos-kosan. Ketua RT harus mengetahui aktivitas di lingkungannya,” ujarnya.
Ia mencontohkan, apabila di sebuah rumah kos terdapat tamu yang silih berganti datang dengan orang berbeda setiap hari, maka hal tersebut perlu dicermati dan diawasi.
Selain itu, Dedy juga mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya yang sudah memasuki usia remaja, agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang berisiko.
Kegiatan tarling malam ke-9 tersebut turut dihadiri Komandan Lanal Bengkulu, Kepala Kemenag Kota Bengkulu, Pj Sekda Febriansyah, staf ahli, para asisten, kepala OPD, camat, lurah, serta kepala sekolah SMP dan SD se-Kota Bengkulu.
Seperti pada malam-malam sebelumnya, Dedy menyerahkan bingkisan untuk Masjid Al Muhajirin serta bantuan dari Pemkot Bengkulu melalui CSR Bank Bengkulu berupa satu unit showcase.
Ia juga mengapresiasi pengurus masjid yang membuka rumah ibadah tersebut selama 24 jam. Namun, ia meminta agar ke depan segera dipasang CCTV, mengingat berdasarkan informasi yang diterimanya, masjid tersebut kerap mengalami pencurian kotak amal dan celengan.
“Masjid buka 24 jam itu sangat baik. Tapi harus dibarengi dengan pengamanan, termasuk pemasangan CCTV,” pungkasnya.








